Pengikut

Rabu, 29 Juli 2020

Kekhawatiran, Harapan, dan Perasaan Pertama Saat Masuk SMP Labschool Kebayoran

                    Perasaan pertamaku ketika aku mengetahui bahwa aku diterima di SMP Labschool Kebayoran adalah antara terkejut, senang, dan juga bingung. Aku sangat terkejut bisa diterima di SMP ini dan terpilih dari antara ribuan siswa yang mendaftar, aku juga merasa sangat senang bisa diterima di SMP ini. Aku juga merasa bingung, bagaimana ya aku bisa masuk ke SMP ini? Padahal kan yang mendaftar ada ribuan. Segala kegiatan dan aktivitas di Labschool terasa sangat menyenangkan seperti kegiatan LFSD dan kegiatan belajar mengajarnya. Walaupun kita harus mengandalkan Laptop ataupun HP untuk belajar, ini tidak menghalangi kita untuk terus berjuang bersama.
                     
                     Harapanku ketika memasuki Labschool adalah bisa menjadi siswa yang berprestasi, membanggakan kedua orang tua, mendapat kejuaraan di lomba-lomba dan juga memiliki akhlak yang mulia. Harapanku sangatlah banyak, aku juga selalu ingin akrab dengan teman-teman, mudah bergaul dan bisa berteman dengan siapa saja. Dengan memiliki banyak teman, aku bisa meraih banyak tujuanku, seperti dipercayai oleh teman sebagai OSIS atau MPK. Juga dengan memiliki banyak teman, kita bisa merasakan kesenangan, kesedihan, kebahagiaan, dan lain lain bersama -sama. Aku juga mempunyai harapan seperti mendapat kesempatan untuk melakukan Exchange Students dan juga Jambore, selain bisa belajar di luar negeri, kita juga bisa melihat banyak kebudayaan di negeri lain dan tentu saja kesukaanku, wisata kuliner! Aku juga selalu berharap bisa mengikuti kegiatan keren Labschool lainnya, selain menambahkan pengetahuan aku juga bisa mendapat pengalaman. Itulah harapanku yang ingin kuwujudkan di Labschool, dan setelah ini aku juga memiliki beberapa kekhawatiran saat memasuki Labschool.

                     Kekhawatiranku di Labschool yang paling pertama adalah takut tidak bisa beradaptasi. Ini adalah masalah umum untuk semua siswa ketika mendapatkan sekolah baru dan juga linkungan baru. Kekhawatiran tidak bisa beradaptasi timbul karena berpikir bahwa lingkungan barunya tidak akan sama lagi seperti lingkungan lamanya, itulah yang membuat aku dan siswa lain khawatir. Kekhawatiranku yang kedua adalah tidak bisa bergaul dengan teman, susah untuk berkomunikasi dan juga susah bergaul dengan guru ataupun kakak kelas. Kekhawatiran ini sering terjadi apabila kita berpikir bahwa siswa lain memiliki sifat yang  berbeda dengan kita sehingga merasa tidak akan bisa bergaul dengan mereka, tetapi justru ini adalah kebalikannya, kita akan mengetahui walaupun sifat kita berbeda tetapi kita juga ingin memiliki persahabatan yang berbeda-beda. Yang terakhir kekhawatiranku adalah tidak bisa mengerti pelajaran, mendapat nilai dibawah rata-rata dan juga tidak mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan ataupun organisasi-organisasi. Kekhawatiran ini timbul karena ketakutan akan tidak siapnya diri atau menganggap diri kita belum bisa menghadapinya. Setelah menjawab semua soal di tes penerimaan siswa baru Labschool, kami mengetahui betapa ketatnya dan juga betapa susahnya untuk menghadapi pelajaran Labschool. saya juga takut akan tidak adanya kepercayaan diri ketika ingin melakukan segala hal di Labschool. Namun saya yakin bahwa siswa lain juga mengalami tantangan yang sama sehingga saya yakin bahwa saya juga pasti bisa. Itulah akhir dari semua kekhawatiran saya, tetapi saya yakin bahwa saya pasti bisa dan akan terus bangkit dan berjuang.

Terima kasih untuk semua yang sudah membaca artikel saya, itulah sedikit cerita dari kekhawatiran, harapan, dan Perasaan Pertamaku Saat Masuk ke SMP Labschool Kebayoran. Sampai jumpa lagiii...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kompilasi tugas B.Indo Pak Ucok - Divrasya 7E 13

 Tugas surat pribadi kepada guru :  Jerman, 12 Juni 2021 Untuk Bu Lita (Guru SD) Di Indonesia Assalamualaikum Wr. Wb.                     ha...